Kamis, 13 Desember 2007

E Governmnet sebagai sarana peningkatan kinerja

E-GOVERNMENT SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KINERJA


Pembaharuan berbagai kebijakan pemerintah untuk mengakselerasi otonomi daerah, diharapkan dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mengoptimalkan pemberdayaan dan pemanfaatan sumber daya daerah sehingga pada gilirinnya daerah dapat meningkatkan kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat dan melanjutkan kesinambungan pembangunan.


Penyelenggaraan otonomi daerah akan mendorong daerah menjadi pusat kegiatan pembangunan ekonomi dalam wadah NKRI. Namun keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah akan sangat ditentukan oleh kesiapan dan kemampuan daerah itu sendiri dalam mengelola dan memberdayakan seluruh potensi yang tersedia secara sinergi, serta adanya peran serta aktif dari masyarakat, untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pembangunan daerah pada khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya.
Disisi lain, kewibawaan pemerintah sangat dipengaruhi oleh kemampuan menyelenggarakan pelayanan publik yang dapat memuaskan masyarakat serta memfasilitasi masyarakat dan dialog publik dalam pembentukan kebijakan negara, sehingga pelayanan pemerintah kepada publik harus transparan, terpercaya, serta terjangkau oleh masyarakat luas.


Pemberian kewenangan otonomi daerah kepada daerah ( Kabupaten dan Kota ) didasarkan azas desentralisasi dalam wujud otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab,
Dengan demikian diharapkan berimplikasi pada :


1.Adanya keleluasaan daerah untuk menyelenggarakan semua bidang pemerintahan yang diserahkan dengan kewenangan yang utuh mulai dari perencanaan


2.pelaksanaan,pengawasan,pengendalian dan evaluasi.


3.Adanya perwujudan tanggungjawab sebagai konsekuensi logis dari pemberian hak dan kewenangan tersebut berupa peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, berjalannya proses demokrasi, dan mengupayakan terwujudnya keadilan dan pemerataan.


Dari implikasi tersebut, maka beban tugas dan volume kerja serta peranan Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan,dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, akan semakin meningkat dan kompleks, seiring dengan derasnya arus informasi di berbagai bidang kegiatan pembangunan dan investasi.


Pemerintah akan sulit mewujudkan kinerja yang lebih baik apabila di dalam pengelolaannya hanya menggunakan cara – cara manual dan konvensional, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi merupakan pilihan yang tepat sebagai sarana bantu pengelolaan berbagai bidang kegiatan pemerintahan dan pembangunan dalam mencapai kinerja yang lebih baik.
Salah satu aplikasi dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan pemerintahan adalah melalui penerapan elektronik government ( e-gov), sebagai upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis ( menggunakan ) elektronik dalam rangka meningkatkan kinerja dan pelayanan publik secara efektif dan efisien.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan , mencakup 2 ( dua ) aktivitas, yaitu :


1.Pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronik.
2.Pelayanan publik yang dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat di seluruh wilayah negara.


Dengan mengembangkan e-gov diharapkan meningkatnya kinerja setiap instansi pemerintah melalui perwujudan sistem dan mekanisme kerja yang benar – benar efektif dan efisien, baik dalam segi administrasi pemerintahan maupun pelayanan kepada publik. Selain dari pada itu, e-gov diharapkan pula dapat menghilangkan mata rantai pelayanan yang berbelit-belit dan menghapuskan ekonomi biaya tinggi,
sehingga pada gilirannya akan memberikan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap aparatur Pemerintah.

Afdhalirrijal / Perencana pertama
Pada Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Aceh Utara
Lhokseumawe, 13 Desember 2007.

KPDE AKAN MELANJUTKAN BIMTEK PADA TAHUN 2008


Untuk lebih menyempurnakan tampilan informasi maupun data website Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, KPDE di bawah Kepala Kantor, bersama tujuh belas personilnya akan terus mensosialisasikan keberadaan Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Di tahun 2008 mendatang, KPDE juga akan melanjutkan program Bimbingan Teknis (Bintek) seperti yang sudah dilakukan pada tahun ini di 22 Kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Di harapkan dengan bintek tersebut distribusi data dari masing-masing kecamatan dan kelurahan dapat dengan cepat dan efektif mengalir ke KPDE. Sehingga tampilan informasi maupun data di website tetap update.

bimtek pada tahun 2007 telah selesai sebanyak 8 angkatan, dan masing angkatan berjumlah 8 orang yang terdiri dari kecamatan dan dinas serta pesantren yang ada di Aceh Utara.

“Bintek diikuti 1 orang untuk setiap kecamatan dan Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Kita adakan free test (sebelum) pelatihan dan tes setelah Bintek, ternyata nilai yang diperoleh para peserta tinggi-tinggi,” ungkap afdhal, optimis, seraya menjelaskan bahwa materi Bintek selain pengenalan IT (teknologi informasi), juga pelajaran perakitan komputer serta setting komputer yang diberikan selama 4 hari.

Mereka inilah, kata afdhal yang nantinya diharapkan dapat membantu KPDE dalam rangka mengumpulkan data yang akan dimuat di website KPDE, yang bisa disampaikan via intranet yang sudah terpasang di kantor masing-masing, atau melalui internet.

sekilas tentang KPDE dan E - Goverment

Perkembangan E-GOVERNMENT Dan KPDE Saat Ini
oleh: AFDHALIRRIJAL



Memasuki era otonomi daerah, peran dan fungsi kewenangan daerah dalam mengembangkan potensi yang dimiliki guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah menjadi semakin luas. Dalam menciptakan good governance serta penyelenggaraan otonomi daerah, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan (e-gov) tidak dapat dihindarkan lagi. Penerapan TIK yang terintegrasi dalam satu kesatuan sistem merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi dalam rangka mendukung pertukaran data dan informasi serta penyaluran berita secara cepat, akurat dan aman.

E-Government merupakan bentuk implementasi pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, sebagai media interaktif antara pemerintah dengan pihak-pihak lain baik kelompok masyarakat, kalangan bisnis maupun antar sesama lembaga pemerintahan. Implementasi e-gov di ACEH UTARA dalam pelaksanaannya telah dimulai sejak tahun 2003 melalui program pengembangan teknologi informasi, komunikasi dan telematika sesuai dengan terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government dan RPIJ-SIMDA (Rencana Pengembangan Infrastruktur Jaringan-Sistem Informasi Manajemen Daerah) Kabupaten Aceh Utara sebagai langkah awal dalam penyediaan infrastruktur telematika yang dilaksanakan secara bertahap dalam setiap tahun dimulai sejak tahun anggaran 2003.

Menyesuaikan dengan tujuan dan strategi Nasional dalam pengembangan e-gov dimaksud, kebijakan pengembangan e-gov Kabupaten Aceh Utara diarahkan dengan maksud dan tujuannya adalah membangun sistem informasi dan komunikasi Kabupaten Aceh Utara melalui penerapan teknologi informasi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan melalui implementasi e-gov secara terintegrasi. Dimulai dari bentuk layanan yang sederhana, yaitu penyediaan informasi dan data berbasis komputer tentang penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan sebagai bentuk wujud keterbukaan (transparansi) dalam pelayanan publik. Disamping layanan lainnya yaitu dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi baik intern di kalangan SKPD maupun interaktif dengan masyarakat melalui media e-mail atau chatting.

Pengembangan Teknologi Informasi (TI) di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara diawali dengan pembangunan website/situs resmi www.acehutara.go.id yang didesain sedemikian rupa untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat juga kalangan swasta sekaligus sebagai upaya untuk menarik para investor dalam mengembangkan usaha di Kabupaten Aceh Utara dan dilanjutkan dengan pengembangan dan penggunaan fungsi-fungsi aplikasi perangkat lunak untuk menjalankan administrasi pemerintahan yang efisien dan efektif,menjalankan sistem informasi manajemen (SIM), memberikan pertimbangan teknis dan pelayanan serta pengendalian komputerisasi kepada unit kerja, dan menyediakan informasi dan data base sebagai penunjang pengambilan keputusan Pimpinan Daerah/unit kerja serta untuk mendukung para pegawai dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Mengingat kegiatan pengembangan e-Government demikian banyak dan tidak akan selesai dalam jangka waktu yang pendek serta dalam rangka memenangkan persaingan baik antar pemerintah daerah maupun antar wilayah di luar negeri diperlukan terobosan-terobosan, maka KPDE mulai memutuskan untuk menemukan bidang-bidang yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dengan memanfaatkan jaringan internet/intranet. Pengembangan ini diyakini akan mempercepat tercapainya misi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, yaitu Membangun dan menguatkan tata kepemerintahan yang baik (Good Governance).

Peranan KPDE saat ini Peranan KPDE dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya mencakup beberapa aktivitas, seperti : penyebaran informasi melalui jaringan internet, melakukan pengumpulan dan perekaman data dari SKPD, melakukan proses peng-inputan data serta mengatur pelaksanaan proses pelayanan data, melakukan perawatan dan pengamanan terhadap instalasi komputer, sarana pendukung serta kerahasiaan data, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronis dan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat.

Ada beberapa peran KPDE yang menonjol, yaitu membangun sistem informasi dan komunikasi Kabupaten Aceh Utara dengan menjalankan fungsi teknologi informasi yang memanfaatkan komputer, yakni 1) Fungsi Internet (Jaringan Global) dan, 2) Fungsi Intranet (Jaringan Lokal). Dengan adanya jaringan tersebut, maka akan mempermudah aparatur Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk melakukan koordinasi, komunikasi dan transformasi data antar unit kerja maupun dalam memahami secara luas seputar teknologi informasi dan komunikasi khususnya dalam perkembangannya di Indonesia dan mancanegara. Dan yang lebih penting lagi adalah untuk mempermudah unsur pimpinan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk melakukan pemantauan dan koordinasi internal antar unit kerja terhadap data atau informasi yang terbaru (update) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Bila peran KPDE saat ini dianalisa menggunakan SWOT, akan memberikan gambaran bagaimana posisi KPDE menyiapkan diri kedepan dalam menghadapi globalisasi dan era informasional. Strenght/kekuatan : memiliki infrastruktur jaringan LAN-WAN yang cukup memadai dan mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama Walikota, Weakness/Kelemahan : kompetensi SDM yang belum terklasifikasi dan terkualifikasi untuk dapat menjalankan, memelihara dan mengembangkan aplikasi kemajuan teknologi informasi, Opportunity/Peluang : memberikan efektifitas dan efisiensi dalam menjalankan administrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan Thread/Ancaman : banyaknya pilihan rekanan yang dapat memberikan layanan fungsi-fungsi PDE secara outsourcing.

Untuk mengimbangi hal tersebut, seyogyanya disiapkan SDM KPDE secara terstruktur dan menerus. Hal ini untuk dapat menjalankan infrastruktur dan bagaimana sebuah jaringan ( website, Bank Data Daerah dan CAP) dijalankan dan dimodifikasi secara baik. Adapun kompetensi yang perlu dilatihkan harus meliputi sistem operasi server (admin), perancangan data base, pemrograman SIM/SIG, pemrograman Web, infrastruktur jaringan, serta pemeliharaan komputer dan pengolahan grafis visualisasi.

Dengan peningkatan kompetensi/kemampuan SDM yang disiapkan tersebut, diharapkan dapat memudahkan pengalihan kemampuan dari pihak ketiga kepada staf KPDE, seperti dalam menangani kerusakan gangguan komputer/server dan jaringan serta beberapa sistem informasi manajemen (SIM) yang perlu direvitalisasi. Aplikasi e-procurement, dan meng-lincence-kan software di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, juga sudah mulai dijajaki. Hal ini sebagai salah satu langkah apresiasi KPDE dalam pemanfaatan teknologi terkini, dan juga telah menjadi perhatian KPDE, semisal meng-online-kan hotel dan restoran terkait dengan pajak daerah. Melihat kenyataan tersebut, bahwa fungsi dan peranan KPDE dalam menjalankan rencana tahapan strategi pencapaian e-gov di Kabupaten Aceh Utara dalam mendukung kegiatan pelayanan publik ternyata sangat besar. Belum lagi dalam mempercepat proses kerja SKPD dan modernisasi administrasi melalui otomisasi di bidang perkantoran dan pelayanan prima di masa yang akan datang, dimana KPDE harus dapat berperan sebagai technical assistance dan melakukan assessment proses dan produk agar nantinya dapat diintegrasikan dengan sistem yang ada.


Awal sejarah internet di indonesia

Awal Sejarah Internet Indonesia


Onno W. Purbo


RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia yang mungkin kurang banyak dikenal oleh khalayak Internet Indonesia di tahun 2000 ini. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia. Pada waktu itu di awal tahun 1990-an jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network. Semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia hari ini yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya terutama yang melibatkan perdagangan Internet.


Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat di lihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "jaringan komputer biaya murah menggunakan radio" di akhir tahun 1990 / awal 1991-an. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahsiswa Elektro ITB di tahun 1989-an. Kebetulan saya adalah penulis sebagian dari artikel-artikel tersebut. Tidak terasa waktu demikian cepat berlalu, tanpa terasa hal itu telah melewati kita semua lebih dari 10 tahun yang lalu.


Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan kami di amatir radio khususnya rekan-rekan di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986-an. Bermodal pesawat Rig HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama YC1HCE dengan komputer Apple II milik YC1DAV sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama YC1HCE, J. Tjandra Pramudito YB3NR (sekarang dosen di UNPAR), Suryono Adisoemarta N5SNN (sekarang dosen di Texas,US) bersama saya YC1DAV kami berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto YB1BG, Achmad Zaini YB1HR, Yos YB2SV, YB0TD di band 40m. Mas Robby Soebiakto YB1BG merupakan suhu diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian di dorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian di adopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, & ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994-an. Mas Robby Soebiakto YB1BG adalah koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Saat ini AMPR-net Indonesia di koordinir oleh penulis YC1DAV. Koordinasi dan aktifitas-nya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list YBNET-L@ITB.ac.id.


Di tahun 1986-1987-an awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia Mas Robby YB1BG juga merupakan pionir dikalangan teman-teman amatir radio Indonesia yang mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak "server" BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990-an komunikasi antara saya yang waktu itu berada di Canada dengan panggilan YC1DAV/VE3 rekan-rekan amatir radio di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Canada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio. Mas Robby YB1BG ternyata berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik amatir radio kemudian kami melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Canada. Pengetahuan secara perlahan di transfer melalui jaringan amatir radio ini.


RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) motor dibalik operasional-nya Internet di UI, saat tulisan ini ditulis berada di Singapura untuk meneruskan S3. Ibam pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC (http://www.idnic.net.id).


Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh kepala-nya Bu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Pak Ihsan ini yang mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT.


Pak Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway packet radio bekerja pada band 70cm. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan X.25 melalui jaringan SKDP terkait pada gateway di DLR Jerman.


Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Pak Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id yang hingga saat ini masih beroperasi. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang "maniac" IT dan yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri. Saya sempat terkagum-kagum memperoleh jawaban e-mail dari seorang menteri Pak Tungki yang waktu itu sedang berada di Amerika Selatan dalam kunjungan kerjanya. Bukan main, seorang menteri tapi tetap menyempatkan diri untuk membalas e-mail.


Mas Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amatir Radio Club ARC ITB seperti Basuki Suhardiman (sekarang di AI3 ITB), Aulia K. Arief (sekarang di WAHID), Arman Hazairin (sekarang di Telkomsel) di dukung oleh Adi Indrayanto (sekarang S3 di Inggris) untuk mencoba mengembangkan gateway packet radio di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem packet radio berupa Terminal Node Controller TNC merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.


Berawal dari teknologi packet radio 1200bps di atas, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps (sekarang 2Mbps) ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan pendidikan di Indonesia yang menamakan dirinya AI3 Indonesia yang mengkaitkan 25+ lembaga pendidikan di Indonesia.


Jaringan pendidikan ini bukan hanya monopoly ITB saja, jaringan pendidikan lain yang lebih besar lagi adalah jaringan SMK yang dibawahi DIKMENJUR (dikmenjur@egroups.com) yang saat ini telah mengkaitkan 270+ SMK di seluruh Indonesia. Saat ini ada 4000 SMK yang mempunyai potensi yang sangat besar jika berhasil dikaitkan. Belum lagi kalau bisa mengkaitkan 10.000 SMU ke Internet pasti tidak kalah serunya dengan mengkaitkan 1300 PTN / PTS (saat ini baru ~200 PTS/PTN yang terkait) di seluruh Indonesia ke Internet.


Di tahun 1989-1990-an, teman-teman mahasiswa Indonesia di luar negeri mulai membangun tempat diskusi di Internet, salah satu tempat diskusi Indonesia di Internet yang pertama berada di indonesians@janus.berkeley.edu. Berawal dari mailing list pertama di Janus diskusi-diskusi antar teman-teman mahasiswa Indonesia diluar negeri pemikiran alternatif berserta kesadaran masyarakat ditumbuhkan. Pola mailing list ini ternyata terus berkembang dari sebuah mailing list legendaris di janus, akhirnya menjadi sangat banyak sekali mailing list Indonesia terutama di host oleh server di ITB & egroups.com. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas di Internet Indonesia.


Di tahun 1994-an mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Seingat saya sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekad barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Seperti kita ketahui bahwa perkembangan usaha bisnis Internet di Indonesia semakin marak dengan 60-an ISP yang memperoleh lisensi dari pemerintah. Asosiasi ISP (APJII) terbentuk di motori oleh Sanjaya cs di tahun 1998-an. Effisiensi sambungan antar ISP terus dilakukan dengan membangun beberapa Internet Exchange (IX) di Indosat, Telkom, APJII (IIX) & beberapa ISP lainnya yang saling exchange. APJII bahkan mulai melakukan manouver untuk memperbesar pangsa pasar Internet di Indonesia dengan melakukan program SMU2000 yang kemudian berkembang menjadi Sekolah2000.


Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com. Sedangkan rekan-rekan penyelenggara WARNET banyak berkumpul di asosiasi-warnet@egroups.com, pada tanggal 25 Mei 2000 merupakan hari bersejarah bagi rekan-rekan WARNET – karena telah lahir asosiasi warnet yang ada secara fisik dalam pertemuan di kantor DIKMENJUR. Ketua Asosiasi Warnet adalah rekan Rudy Rusdiah, Bendahara rekan Adlinsyah dan Sekretaris Abdullah Koro. WARNET di Indonesia akan disediakan domain war.net.id.


Demikian kilasan sejarah Internet di Indonesia, kami sadar bahwa perjuangan kami masih panjang. Masih banyak hal yang perlu diperjuangkan terus agar dapat menggerakan bangsa Indonesia menuju knowledge based society.


sekilas kemajuan internet

Pengertian internet

1. Merupakan sebuah rangkaian yang terbesar menghubungkan berjuta-juta

komputer di seluruh dunia.

2. Ianya merupakan sebuah rangkaian yang luas. (WAN)

3. Mengunakan protokol TCP/IP untuk penghantaran data dan maklumat.

4. Mengunakan talian komunikasi seperti kabel sepaksi dan fiber optik.

5. Boleh mendapat maklumat,mencapai maklumat,berkomunikasi,berniaga

belajar dan membeli belah dalam internet.

6. Menyediakan perkhidmatan komunikasi data seperti pemindahan fail,mel

elektronik dan kumpulan berita.

7. Dapat mengekseskan pengguna kepada pengguna yang lain mengakses

maklumat daripada laman-laman web yang terkandung di dalamnya.

WORLD WIDE WEB (WWW)

1. WWW terdiri daripada satu sistem rangkaian yang menjalin komputer di

seluruh dunia dan menyalurkan maklumat dalam bentuk multimedia seperti bunyi,gambar,animasi,video dan juga teks.

2. Tapak atau tempat tersebut dapat dihubungkan melalui hiperpautan \\SERVER\5a_siti\nota tm.htm

(hyperlink) dan membenarkan pengguna bergerak dari satu dokumen ke dokuman yang lain.

3. Membenarkan pengguna bergerak dengan cepat dari satu dokumen ke

dokumen yang lain di dalam internet.

4. Merupakan satu sistem yang menyediakan kemudahan untuk mencari dan mencapai sebarang sumber maklumat yang terdapat dalam internet

dengan mudah dan pantas.



Kebaikan

1. Mesej terlalu cepat.

2. Menyokong multimedia atau hypermedia.

3. Boleh berkomunikasi secara global.

4. Menggunakan capaian komputer jarak jauh.

5. Interaktif-membolehkan pengguna berhubung dan berkomunikasi lebih dari satu hala.

Keburukan

1. Kurang kepastian maklumat tepat.

2. Banyak perubahan di saat akhir perancangan.

3. Bahan perlu di tipis.

4. Interaksi subvertif tidak terkawal.

5. Kebocoran maklumat rahsia/peribadi.

6. Kegiatan jenayah yang boleh mengancam sama ada individu mahupun negara.

7. Penggodaan mudah berlaku.

8. Iklan yang tiada batasan mudah di perolehi seperti iklan-iklan pornografi.

Kepentingan Internet

1. Memberi perkhidmatan konikasi elektronik.

2. Memberi perkhidmatan aplikasi capaian jauh.

3. Membolehkan pemindahan fail dengan mudah dan cepat.

4. Membolehkan penyebaran maklumat lebih luas dan dinamik.

5. Memberi perkhidmatan apliklasi capaian maklumat.

Sumbangan Internet

a) Menyampaikan Maklumat Tanpa Diskriminasi

i) Maklumat di Internet tidak melihat warna kulit,etnik atau rupa paras.Internet juga tidak dimiliki oleh mana-mana negara atau organisasi .Ia dimiliki secara universal.

b) Mengurangkan Kos Untuk Mendapat Maklumat Berkualiti

i) Internet merupakan rangkaian yang sangat dinamik

kerana maklumnya boleh diubah dari masa ke semasa dengan mudah dan cepat tanpa memerlukan kos yang besar.

c) Alat Komunikasi Dan Capaian Maklumat Aktiviti Interaktif

i) Internet adalah rangkaian yang beroperasi serta

merta dan setiap masa.Oleh itu membolehkan pengguna menjalankan aktiviti interaktif bila-bila diperlukan.

d) Alat Komunikasi Dan Capaian Maklumat Yang Tidak Terbatas

i) Internet adalah rangkaian global yang tidak

mengenal sempadan.Ia mempunyai saiz bilangan komputer dan pengguna yang sangat besar.Ini membolehkan berlakunya perkongsian maklumat yang cukup luas.Dengan ini akan membantu mewujudkan masyarakat yang celik maklumat dan berpengetahuan tinggi.


sekilas info tentang internet

Latar Belakang

Pertumbuhan jaringan internet di Indonesia, sekalipun masih dalam tahap awal dan belum memasyarakat seperti halnya di negara-negara maju, menunjukkan trend yang sangat positif. Potensi penggunanya yang begitu besar dari penduduk Indonesia yang pada saat ini (Juli 1997) berjumlah sekitar 200 juta jiwa tidak dapat diabaikan begitu saja. Pemerintah telah mengeluarkan 41 ijin prinsinp kepada berbagai perusahaan yang berminat untuk menyelenggarakan jasa internet ini.
Untuk mengembangkan pasar yang besar ini, salah satu prasyarat adalah dibentuknya suatu interkoneksi nasional antar penyelenggara jasa internet (PJI) di Indonesia, sehingga pelanggan dari satu PJI dapat dengan mudah dan murah berkomunikasi dengan pelanggan PJI yang lain yang berada di Indonesia. Tanpa adanya interkoneksi nasional ini, kecepatan lalu lintas informasi antar PJI di Indonesia akan sepenuhnya tergantung pada interkoneksi internet di luar negeri, yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh PJI Indonesia.
Dengan adanya tulang punggung lalu lintas informasi nasional yang pengembangannya dapat dikelola oleh PJI Indonesia, berbagai manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
• Merupakan jalur yang relatif lebih murah dibandingkan dengan menggunakan tulang punggung jaringan internet di negara lain (yang tentunya ingin mengambil keuntungan dari penggunaan fasilitasnya).
• Merupakan jalur alternative bagi sebuah PJI apabila jalur koneksi ke internet yang dimiliknya (langsung ke luar negeri) mengalami masalah.
• Lebar pita (bandwidth) yang tinggi antar PJI Indonesia akan memberikan insentif bagi penyedia informasi (content provider) menempatkan asis datanya di Indonesia, baik bagi penyedia informasi local maupun internasional.
• Interkoneisi nasional ini dpat dimanfaatkan untuk layanan-layanan bafu yang membutuhkan lebar pita yang tinggi, yang mungkin dapat direalisir apabila mengandalkan interkoneksi melalui negara lain yang biayanya relatif tinggi.
Pada saat ini konektifitas PJI ke internet melalui INP Indosat, sebagian melalui
INP Satelindo, sebagian terhubung langsung super ISP di luar negeri. Secara teknis sudah ada interkoneksi antar pelanggan INP Indosat melalui Indosat dan antar pelanggan INP Satelindo melalui Satelindo. Meski demikian beluma ada inisiatif untuk membuat interkoneksi nsaional.
Untuk membentuk interkoneksi nasioanl ini, APJII berinisiatif meluncurkan program Indonesia Internet eXchange (IIX), yang diharapkan dapat dijadikan titik awal pengembangan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan internet di Indonesia.

Tujuan

Tujuan program IIX adalah membentuk jaringan interkoneksi nasional yang memilikai kemampuan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan yang ada, untuk digunakan oleh setiap Penyelenggara Jasa Internet yang memiliki ijin beroperasi di Indonesia.
Pada saat ini program IIX tidak mempunyai tanggal berakhirnya program secara keseluruhan, melainkan dibagi atas tahapan-tahapan yang akan dikembangkan secara terus-menerus.